SketsaNusantara.id - Bangunan-bangunan bersejarah menjadi salah satu daya tarik di Kota Surakarta.
Mulai dari bangunan peninggalan kerajaan Nusantara hingga bangunan bersejarah di masa Pemerintahan Kolonial Belanda.
Salah satunya adalah tempat ibadah yang menjadi ikon Kampung Batik Laweyan di Surakarta.
Baca Juga: Berdiri Kokoh Selama Ratusan Tahun, Sejarah Panjang Masjid Raya Baiturrahman Aceh Ini Gak Main-main
Bangunan bertingkat dua ini merupakan mushola yang kerap jadi patokan saat hendak pergi ke setra pengrajin batin di Solo itu.
Namun tak banyak yang tahu jika tempat beribadah umat muslim ini dulunya merupakan Toko Candu (ganja).
Mushola atau langgar yang berdiri di atas tanah wakaf ini diresmikan pada tahun 1946.
Baca Juga: Digelar Malam Ini! Cek Rute Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, Patuhi Aturan Penting Ini
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kampung Batik Laweyan, menurut kisah tutur yang beredar, bangunan yand didominasi warna hijau ini merupakan wakaf dari Haji Imam Mashadi dan istrinya, Hj, Aminah.
Bangunan tersebut dulunya adalah milik orang Cina yang dipakai sebagai toko Ganja.
Mushola yang merupakan cagar budaya ini diberi nama Langgar Merdeka yang terinspirasi dari perayaan kemerdekaan Indonesia.
Berdasarkan kisah yang beredar di masyarakat setempat, pernah terjadi peristiwa luar biasa di Langgar Merdeka.