Dikisahkan dahulu kala ada seorang Senopati Majapahit bernama Kia Sepanjang yang kehilangan istrinya.
Sang Senopati berjanji apabila menemukan kembali istrinya bakal mengadakan acara arak-arakan.
Baca Juga: Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota
Tak lama kemudian, istrinya ditemukan di Desa Traji kemudian dilaksanakanlah arak-arakan tersebut sebagai bentuk pemenuhan janjinya.
Suran Manten Lurah Traji dilaksanakan tepat di malam 1 Suro atau di malam 1 Muharram.
Anggaran dana pengadaan tradisi unik ini dari pemerintah desa setempan dan swadaya masyarakat.
Biasanya 2 minggu sebelum acara arak-arakan digelar, warga desa akan menggelar seperti pasar malam dan pasar kuliner.
Kegiatan tersebut sukses membuat perputaran perekonomian Desa Traji meningkat pesat, banyak masyarakat dari luar desa hingga kota datang untuk menyaksikan tradisi unik turun temurun ini.
Tidak hanya itu, dalam tradisi Suran Manten Lurah Traji ini juga ada satu yang sangat ditunggu-tunggu.
Yaitu berebut berkah dari gunungan dan air dari Sendhang Sidukun yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat wajah glowing tampak awet muda.***