1) Asal mula nama Kebo Bule Kyai Slamet
Dikutip dari laman Pemerintah Kota Surakarta, surakarta.go.id, nama Kebo Bule Kyai Slamet merupakan gabungan dari nama kebau dan pusaka.
Kyai Slamet merupakan sebuah pusaka berbentuk tombak milik Keraton Kasunanan Surakarta.
Pusaka Kyai Slamet ini sering dibawa keliling tembok Baluwarti setiap hari Selasa dan Jumat Kliwon oleh Pakubuwono X.
Saat berkeliling, Kebo Bule selalu mengikuti di belakang. Sehingga, rutinitas tersebut dijadikan sebagai tradisi Keraton Surakarta.
2) Asal Kebo Bule
Kebo Bule Kyai Slamet kesayangan Pakuwubowo II merupakan pemberian Bupati Ponorogo, Kyai Hasan Besari Tegalsari.
Pemberian kerbau itu dimaksudkan sebagai sebuah hadiah untuk kerajaan karena Pakubuwono II berhasil merebut kembali Keraton Kartasuradari pemberontak Pecinan.
Tujuan lain pemberian Kebo Bule itu ialah sebagai pengawal tombak Kyai Slamet.
Baca Juga: Ini Alasan Majapahit Tak Mampu Taklukkan Kerajaan Sunda Pajajaran yang Kekuasaannya Jauh Lebih Kecil
3) Makna dan lambang Kebo Bule
Kerbau kesayangan Pakubuwono II ini memiliki makna, yaitu sebagai lambang rakyat kecil terutama kaum petani.
Selain itu, Kebo Bule juga sebagai lambang tolak bala karena hewan kerbau dipercaya masyarakat Jawa mampu mengusir roh jahat dan keburukan.