SketsaNusantara.id - Memasuki Tahun Baru Islam bererti dekat kaitannya dengan bulan Suro dalam kalender Jawa.
Bulan Suro idnetik dengan beberapa tradisi budaya masyarakat Jawa, salah satunya berhubungan dengan Kebo Bule Kyai Slamet.
Siapa yang masih asing dengan Kebo Bule Kyai Slamet? Ini merupakan hewan yang ikut tradisi kirab 1 Suro Keraton Surakarta.
Bagi masyarakat Solo atau Surakarta, 1 Suro adalah hari yang dinanti untuk melihat Kebo Bule Kyai Slamet mengikuti kirab.
Hewan kerbau yang disebut Kebo Bule ini merupakan kerbau kesayangan Pakubuwono II.
Sejarah Keraton Surakarta mencatat, setiap 1 Suro rutin melakukan tradisi turun termurun kirab Kebo Bule Kyai Slamet dan sejumlah pusaka dari Keraton.
Baca Juga: Ada Kerangka Manusia di Bawah Prasasti Lumbung di Jember, Bukti Tradisi Megalitikum?
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa ada banyak hal istimewa dari Kebo Bule Kyai Slamet, ada juga yang mengatakan kerbau keramat.
Bukan hanya latar belakang namanya, namun keberadaannya dari zaman kerajaan hingga saat ini.
Ada kepercayaan Jawa yang menyebutkan kalau Kebo Bule Kyai Slamet merupakan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa dan dianggap membawa keselamatan.
Lalu, apa yang membedakan Kebo Bule Kyai Slamet dengan kerbau jenis lain? Faktanya, Kebo Bule memang spesial, terutama bagi masyarakat Surakarta.
Berikut ini SketsaNusantara.id rangkum ulasan tentang 5 fakta Kebo Bule Kyai Slamet kesayangan Pakubuwono II, hewan yang ikut Kirab 1 Suro Keraton Surakarta.