Tradisi Jenang Suran diketahui memiliki makna rasa syukur atas kemudahan menjalani hidup selama satu tahun.
Pelaksanaan tradisi Jenang Suran ini dilakukan di Pelataran Kompleks Makam Raja-raja Mataram Kotagede, Yogyakarta.
Dalam tradisi ini, pemanjatan doa-doa atau tahlilan yang dilakukan di kompleks makam kerajaan.
Sebelum digelar, terdapat prosesi berupa arak-arakan ubo rampe yang meliputi dari jenang suran, tumpeng nasi kuning, sayur kari kubis, serta ingkung ayam kampung.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan dzikir dan doa di depan pintu gerbang utama makam Panembahan Senopati.
Di akhir dari acara ini, Jenang Suran akan dibagikan kepada masyarakat yang mengikuti rangkaian acara tersebut.
2. Ngumbah Keris
Ngumbah keris atau mencuci keris adalah salah satu tradisi di Malam 1 Suro. Tradisi ini biasa dilaksanakan di Lingkungan I Kelurahan Kuala Silo Bestari Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjung Balai.
Masyarakat setempat melakukan mencuci keris karena mereka percaya bahwa keris yang dimiliki dapat membantu keseharian.
Baca Juga: Unik Banget, Inilah 8 Tradisi Sambut Idul Adha Ini Cuma Ada di Indonesia, Lho!
Selain itu, tradisi ini juga diyakini sebagai dapat menjaga mereka dari roh jahat, menjauhkan dari musibah, hingga menyembuhkan penyakit.
3. Kebo Bule
Tradisi ini adalah untuk mengumpukan kerbau-kerbau yang akan mengawal pusaka Keraton Solo yang dikirab pada malam 1 Suro.