SketsaNusantara.id - Sebagian besar masyarakat Indonesia tentunya pasti pernah mendengar tentang Danau Toba, sebuah ikon wisata di Pulau Sumatera khususnya Sumatera Utara.
Bahkan kawasan Danau Toba sendiri termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sejak tahun 2016, dibawah pengelolaan BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba).
Selain karena merupakan danau yang indah, ketika sedang berbincang tentang Danau Toba tentunya tidak akan melupakan Pulau Samosir.
Hal tersebut karena Pulau Samosir merupakan sebuah pulau yang terbentuk di tengah Danau Toba sehingga menjadikannya sebuah keunikan tersendiri.
Pada awalnya, Pulau Samosir tidaklah sebuah pulau tetapi terhubung dengan Sumatra tetapi kemudian dipisahkan Belanda sekitar tahun 1907 oleh sebuah kanal yang dikenal sebagai Tano Ponggol di kecamatan Pangururan, Samosir.
Hal itu menjadikan akses utama menuju Ppulau Samosir terputus dan digantikan oleh layanan kapal ferry setelah Indonesia merdeka melalui pelabuhan Balige, Tigaras, dan Ajibata.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website BPODT, Semenjak ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) maka diperlukan pembangunan jembatan guna mendukung pengembangan Danau Toba.
Baca Juga: Resort dengan View Pantai Terbaik di Lamongan, Cocok untuk Staycation dan Liburan Keluarga
Sehingga dalam hal ini pemerintah segera mencanangkan rencana pembangunan Jembatan tepatnya di daerah Pangururan yang memiliki jarak terdekat dengan pulau Samosir.
Proyek pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh BUMN PT Wijaya Karya (Persero), sehingga segera dilaksanakan ground breaking pada 26 Januari 2021.
Pembangunan jembatan ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)t dengan anggaran mencapai Rp173 miliar
Jembatan ini kemudian selesai satu tahun kemudian yakni Desember 2022. Meskipun demikian baru diresmikan oleh pemerintah pada 25 Agustus 2023.