Bila diperhatikan, Aksara Ra dan Ja karakter hurufnya standar. Sehingga kemungkinan merujuk pada peradaban yang sangat tua.
"Sementara aksara yang berasal dari peradaban lebih muda biasanya semakin digayakan," terang
Andi Muhammad Said.
Baca Juga: Mengenal Prasasti Tukmas Peninggalan Ratu Jay Shima, Bukti Luasnya Wilayah Kerajaan Kalingga
Walau belum bisa mengartikan kata yang tertulis dalam batu tersebut, Tim BPCP Jatim bisa memastikan tulisan tersebut sebagai aksara jawa kuno atau huruf kawi.
Prasasti Kranjingan
Prasasti Kranjingan tertulis dalam sebuah bongkahan batu berdiameter sekitar 30 cm dengan tekstur yang yang tidak begitu rata.
Hal ini menjadi penyebab sedikit menyulitkan Tim BPCB Jatim dalam melakukan pembacaan Prasasti Kranjingan.
Prasasti Kranjingan bertuliskan huruf Jawa Kuno yang terdiri dari lima baris. Tim BPCB Jatim membacanya sebagai berikut;
Sang Ma ru ca na.
Ma rwa bu mang
Caa na ra ta k
Ha ta dam gag
989
Tim BPCB Jatim mengakui masih perlu mempelajari lebih lanjut untuk mendapatkan arti yang lebih lengkap atas Prasasti Kranjingan.
Namun, baris pertama Sang Marucana kemungkinan besar adalah nama orang. Melihat kebiasaan Jawa Kuno, kata Sang biasanya diikuti sebuah nama orang.