SketsaNusantara.id - Bentuk bangunan masjid di Pulau Jawa tak bisa lepas dari percampuran budaya yang terjadi di Nusantara.
Masjid-masjid yang dibangun pada masa Wali Songo misalnya, banyak yang memilliki arsitektur bergaya campuran Jawa, Eropa dan Tionghoa.
Biasanya, tiap sudut bagian masjid memiliki makna hingga filosofi tertentu.
Begitu juga dengan Masjid Jami Al Baitul Amien yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Masjid karya Yaying K. Kese A.I.A ini bukan hanya memiliki bentuk yang unik.
Tapi juga sarat makna hingga filosofi kehidupan masyarakat Jawa.
Salah satu keunikan Masjid Jami Al Baitul Amien ini terletak pada bentuk kubahnya yang menyerupai jamur.
Bentuk kubah Masjid Jami Al Baitul Amien yang bundar tersebut menggambarkan luasnya kebutuhan manusia tanpa dibatasi sudut-sudut tertentu.
Selain bentuknya, jumlah kubah Masjid Jami Al Baitul Amien juga memiliki filosofi sendiri.
Mulai dari namanya yang diartikan sebagai rumah Allah yang aman atau rumah yang dapat dipercaya.