Dari Kartikeyasingha, Ratu Jay Shima melahirkan seorang putri yang diberi nama Parwati, dan seorang putra bernama Narayana atau Iswara.
Kelak Parwati akan menjadi ratu di Kerajaan Galuh Purba. Sedangkan Iswara menjadi raja yang melahirkan keturunan Rakai Rakai Pangkaran.
Menolak Lamaran Raja Sriwijaya
Malang bagi Ratu Jay Shima, sang suami Kartikeyashinga meninggal dunia lebih dahulu pada tahun 674.
Karena putranya masih kecil, Ratu Jay Shima akhirnya dinobatkan menjadi Ratu Kalingga bergelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara.
Disebutkan, masa jabatan Ratu Jay Shima cukup singkat untuk, hanya sekitar 5 tahun, berakhir pada tahun 679.
Yang menarik, saat menjadi ratu yang menjanda, Raja Sriwijaya, Sri Jayanasa tertarik untuk melamar Ratu Jay Shima.
Namun, Ratu Jay Shima menolak mentah-mentah lamaran tadi, karena menganggapnya sangat bernuansa politis.
Akibatnya, Raja Sriwijaya, Sri Jayanasa tersinggung dan bermaksud menyerang Kerajaan Kalingga di Jawa.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Sejumlah kapal dari Kerajaan Kalingga sempat ditahan dan dirampas semua isinya oleh Kerajaan Sriwijaya.
Beruntung, Raja Sunda, Tarusbawa berkirim surat kepada Sri Jayanasa menyampaikan ketidaksetujuannya Sriwiyaja menyerang Kalingga.
Atas diplomasi tersebut, Raja Sri Jayanasa memilih mengurungkan niatnya menyerang Kalingga di Tanah Jawa.