jelajah

Makna Saka Tatal, Tiang Penyangga Masjid Agung Demak Buatan Sunan Kalijaga, Terbuat dari Kayu Jati Hutan Majapahit?

Selasa, 2 Juli 2024 | 22:05 WIB
Masjid Demak dan kisah Saka Tatal milik Sunan Kalijaga (Tangkapan layar pariwisata.demakkab.go.id)

 

SketsaNusantara.id - Masjid Agung Demak menjadi salah satu masjid peninggalan kerajaan Islam yang dibangun oleh Wali Songo.

Masjid ini dibangun pada abad ke-15 di bawah pemerintahan Raden Patah, raja pertama Kerajaan Demak.

Masjid Agung Demak memiliki bentuk bangunan yang khas hingga menjadi karateristik masjid-masjid peninggalan Kerajaan Islam.

Baca Juga: Bukan Bulan Sabit, Inilah Makna Mahkota Atap Masjid Agung Surakarta yang Dulu Berlapis Emas

Salah satunya adalah empat tiang utama yang digunakan sebagai penyangga yang disebut Saka guru atau Soko guru.

Keempat tiang utama tersebut dibuat masing-masing oleh Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga.

Dari keempat tiang tersebut, Saka Guru buatan Sunan Kalijaga-lah yang paling unik dan menyimpan kisah menarik.

Baca Juga: Makna 3 Atap Masjid Agung Tertua Peninggalan Islam di Nusantara, Bukti Warisan Hubungan Politik Jawa dan Cina

Dikutip dari situs Pariwisata Kabupaten Demak, tiang buatan Sunan Kalijaga sering disebut Saka Tatal atau Soko Tatal.

Saka guru itu konon dibuat dari serpihan-serpihan kayu yang dipadatkan, namun ada juga yang menyebutkan dipasak dan diikat menjadi tiang besar menggunakan perekat damar.

Kisah lain menyebutkan bahwa kayu yang digunakan Sunan Kalijaga berasal dari sebuah hutan jati di Wonogiri bernama Donoloyo.

Baca Juga: Soko Tatal Ajaib Cuma Milik Sunan Kalijaga, Kok Bisa? Buah Tangan Wali Songo Untuk Masjid Agung Demak Ternyata...

Berdasarkan situs Pusat Informasi Pariwisata Wonogiri, pohon jati di hutan tersebut ditanam oleh salah seorang laskar Majapahit sebagai bahan bangunan kerajaan.

Halaman:

Tags

Terkini