jelajah

Jejak Sunan Kalijaga dalam Tarian Sakral Pusaka Mataram Islam, Kisah Cinta Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati

Selasa, 2 Juli 2024 | 21:30 WIB
Lukisan tarian Bedhaya Ketawang (bpad.jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Tari Bedhaya Ketawang dikenal sebagai tarian sakral.

Tidak sembarang orang yang bisa menyaksikan tarian yang dibawakan oleh 9 penari ini.

Tari Bedhaya Ketawang juga dipercaya sebagai penceritaan kisah cinta antara Raja Mataram Islam, Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Baca Juga: Bucin Parah! Raja Mataram Ini Nekat Rebut Istri Orang hingga Lupa Pekerjaan, Kisah Tragis Selir Amangkurat I

 

Hingga tidak sembarang penari yang boleh membawakan tarian sakral ini.

Wajar jika kemudian Tari Bedhaya Ketawang dianggap sebagai pusaka kerajaan Mataram Islam.

Apalagi dalam proses penciptaan Tari Bedhaya Ketawang, ada peran salah satu Wali Songo.

Baca Juga: Sok-Sokan Nantangin Sunan Bonang, Diajak Main Petak Umpet hingga Perut Bumi, Prajurit Majapahit Dibuat 4L

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Portal Informasi Indonesia, tari Bedhaya Ketawang diciptakan oleh Sultan Agung.

Namun ada kepercayaan yang beredar bahwa yang menciptakan tarian ini adalah Kanjeng Ratu Kidul sendiri.

Tarian ini menggambarkan saat Kanjeng Ratu Kidul jatuh cinta pada Panembahan Senopati, kakek Sultan Agung sekaligus Raja Mataram Islam yang pertama.

Baca Juga: Berani Menyerang VOC di Batavia, Ini 7 Falsafah Kepemimpinan yang Menjadi Pedoman Sultan Agung Mataram Sesuai Serat Sastra Gendhing

Gerakan dalam tarian ini menggambarkan bujuk rayu yang dilakukan Kanjeng Ratu Kidul saat Panembahan Senopati tergesa pulang.

Halaman:

Tags

Terkini