jelajah

Desa Mutilasi, Tempat Murid Sunan Bonang Meregang Nyawa di Tangan Prajurit Majapahit, Ada di Jawa Timur

Selasa, 2 Juli 2024 | 11:00 WIB
Ilustrasi desa mutilasi tempat murid Sunan Bonang meregang nyawa (pixabay.com/nordseher)

Parahnya lagi setiap bulan purnama tiba kesaktian Blacak Ngilo harus diupgrade dengan darah segar manusia.

Kehidupannya yang jauh dari ajaran Islam dan masih menyembah berhala makin membuatnya jumawa dan menggila.

Kebengisan Blacak Ngilo didengar oleh Sunan Bonang, tak ingin melihat masyarakat semakin tertindas dan tersakiti.

Sunan Bonang mengutus muridnya untuk menyampaikan pesan kepada Blacak Ngilo.

Baca Juga: Trik Psikologi Membantu Proses Belajar Lebih Cepat dan Menguasai Materi dengan Cepat, 3X Lebih Efektif dari Biasanya!

Dalam pesannya tersebut Sunan Bonang meminta Blacak Ngilo untuk menghentikan kesewenang-wenangannya.

Sunan Bonang juga meminta Blacak Ngilo untuk berhenti menyembah berhala dan mengikut ajaran Islam yang lurus dan benar.

Merasa dilecehkan dan tidak terima dengan isi pesan Sunan Bonan yang dibawa muridnya, Blacak Ngilo murka dan memenggal kepala murid Sunan Bonang.

Detik itu juga murid Sunan Bonang meninggal di tempat dengan kepala terpenggal.

Sunan Bonang sangat murka niat baiknya justru dibalas dengan kejam oleh Blacak Ngilo.

Konon tempat santri Sunan Bonang dimutilasi oleh Blacak Ngilo ini diabadikan menjadi nama sebuah desa.

Desa tersebut bernama Pangulu, Pangulu sendiri diambil dari kata Penggal Gulu atau Penggal Leher.

Desa Pangulu masih masuk wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.***

Halaman:

Tags

Terkini