SketsaNusantara.id - Wilayah Tatar Sunda di barat Pulau Jawa pertama kali dihuni oleh orang-orang Sahul saat kawasan ini masih berupa Paparan Sunda.
Kemudian, datang berturut-turut orang Melanesia, Austroasiatic (Melayu purba), Dravida, dan Austronesia (Melayu kuno) yang menjadi asal-usul Suku Sunda.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube INDONESIA 101, hasil tes DNA dari lembaga Eijkman menunjukkan bahwa orang Sunda memiliki persentase DNA Austroasiatic yang signifikan, membantah teori sebelumnya yang menyatakan bahwa orang Sunda adalah keturunan murni Melayu kuno.
Wilayah Jawa Barat, baik saat masih berupa Paparan Sunda maupun setelah menjadi pulau, merupakan jalur lintasan utama dan destinasi sebaran penduduk awal Nusantara.
Hal ini menyebabkan Jawa Barat menjadi tempat pertemuan berbagai ras, sehingga para sejarawan menyatakan bahwa kebudayaan Pulau Jawa berawal dari wilayah barat atau kawasan Sunda, kemudian bergeser ke timur.
Keberadaan situs prasejarah Gunung Padang yang lebih tua dari piramida Giza dan temuan artefak di Bekasi menunjukkan bahwa peradaban awal di Pulau Jawa dimulai dari wilayah Sunda.
Di sini juga berdiri sistem pemerintahan awal yang bukan berbasis suku, seperti negeri Salakanagara yang mempengaruhi lahirnya kerajaan Martapura di Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat.
Secara ilmiah, asal-usul nama "Sunda" belum dapat dipastikan. Ada berbagai teori seperti nama kepercayaan, gunung purba, negeri kuno, peradaban, atau budaya.
Istilah kesukuan pertama kali digunakan oleh kolonial Belanda sebagai strategi pecah-belah.
Baca Juga: Penuh Pembelajaran, 5 Gapura Peninggalan Sunan Ampel, Punya Arti Masing-masing, Pertama...
Namun, saat ini, orang Sunda telah menyebar dan bercampur dengan suku lain di berbagai daerah.
Orang Sunda cenderung merujuk pada tempat asal mereka, seperti orang Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, dan Cianjur, yang memiliki dialek dan tradisi berbeda meski berakar pada kebudayaan yang sama.