SketsaNusantara.id- Jika memiliki pandangan peradaban Jawa merendahkan perempuan, tampaknya Anda perlu berpikir ulang.
Walaupun kekerabatannya patriarki, sifatnya yang sangat permisif membuat orang Jawa juga tidak alergi memiliki pemimpin seorang perempuan.
Sejarah sistem membuktikan, ternyata cukup banyak perempuan yang menjadi tokoh sentral dalam sejarah kerajaan di tanah Jawa.
Bahkan, tak jarang mereka mampu menjadi ratu dan sekaligus orang nomor satu di era kerajaannya masing-masing.
Dilansir SketsaNusantara.id Krishna Bayu Adi dan Sri Wintala Achmad dalam bukunya Perempuan-perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa, setidaknya terdapat 8 perempuan yang pernah menjadi ratu di tanah Jawa.
1. Ratu Jay Shima
Ratu Jay Shima menjadi Raja Kalingga bergelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara pada tahun 674.
Yang bersangkutan dinobatkan menjadi ratu, setelah suaminya Kartikeyashinga meninggal dunia setelah memerintah Kerajaan Kalingga sejak tahun 648.
Memang masa jabatan Ratu Jay Shima cukup singkat untuk ukuran seorang ratu atau raja, hanya sekitar 5 tahun saja berakhir pada tahun 679.
Walaupun begitu, Ratu Jay Shima terkenal mampu mengembangkan kebudayaan, agama, sistem irigasi subak dan cara bercocok tanam.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Selain dicintai rakyatnya, Ratu Jay Shima juga disegani raja-raja lain karena ketegasannya dalam menerapkan hukum dan keadilan di kerajaannya.