Dalam perjalanan menemui mertuanya itu, Ki Ageng Mangir diminta untuk mengurangi pasukannya.
Tak hanya itu, Ki Ageng Mangir juga diminta untuk tidak membawa senjatanya, Tombak Baru Klinting.
Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Ki Ageng Mangir masuk tanpa senjata dan sungkem menundukkan kepala.
Saat itulah Panembahan Senopati memegang kepala Ki Ageng Mangir lalu dipukulkn ke singgasananya, Watu Gilang.
Ki Ageng Mangir langsung tewas seketika dan lekukan pada Watu Gilang pun dipercaya sebagai bekas benturan kepala Ki Ageng Mangir.
Ki Ageng Mangir bukan hanya dijebak oleh mertuanya, Panembahan Senopati.
Ia juga dibunuh oleh saudara sedarahnya sendiri, karena baik Ki Ageng Mangir maupun Panembahan Senopati sama-sama keturunan Brawijaya V, Raja Majapahit yang diyakini memiliki 117 anak.***