SketsaNusantara.id - Tidak semua menantu memiliki mertua yang baik dan menyayangi dirinya.
Hal itu yang dialami Ki Ageng Mangir, seorang penguasa di Mangir, wilayah perdikan yang tak jauh dari Kotagede, Yogyakarta.
Akibat ulah mertuanya, nyawanya Ki Ageng Mangir melayang di tangan saudara sedarahnya.
Mertua Ki Ageng Mangir sendiri tak lain adalah Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan Mataram Islam.
Hubungan rumit antara Panembahan Senopati dan Ki Ageng Mangir membuat nama keduanya dikenang sebagai tokoh yang berpengaruh besar dalam kerajaan Mataram Islam.
Ki Ageng Mangir adalah julukan bagi Wonoboyo III, cucu dari Ki Ageng Wanabaya sebagaimana dikutip dari buku Huru-Hara Majapahit dan Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa karya Muhlis Abdullah,
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Sebagai keturunan Majapahit dan memiliki wilayah perdikan, Ki Ageng Mangir enggan tunduk pada kekuasaan Mataram Islam.
Hingga akhirnya Panembahan Senopati menggunakan sang anak, Raden Ajeng Pembayun untuk memikat hati Ki Ageng Sangir.
Kecantikan Raden Ajeng Pembayun menarik hati Ki Ageng Mangir yang tak tahu bahwa wanita yang disukainya merupakan anak dari Panembahan Senopati.
Setelah keduanya menikah, dengan terpaksa Ki Ageng Mangir menghadap Panembahan Senopati untuk meminta restu.