Pada akhirnya direncanakan pembangunan ulang untuk memastikan bahwa Kelok 9 mampu menopang perkembangan volume kendaraan.
Kementerian PUPR kemudian diserahi tugas untuk membangun Kelok 9 pada tahun 2003 dengan konsep ramah lingkungan dengan mengingat lokasinya di dalam wilayah cagar alam.
Setelah disetujui oleh BAPPENAS, proyek ini dilaksanakan dengan anggaran mencapai Rp 580,8 miliar, dengan 2 tahap pembangunan serta waktu 10 tahun untuk penyelesaian.
Kelok 9 sendiri dapat dibagi menjadi enam segmen jembatan dengan lebar 13,5 meter dan disangga oleh pilar setinggi sekitar 60 meter di atas permukaan jalan dibawahnya.
Keenam jembatan masing-masing memiliki panjang yang berbeda diantaranya; Jembatan 1 (20 m), jembatan 2 (230 m), jembatan 3 (65 m), jembatan 4 (462 m), jembatan 5 (31 m) dan jembatan 6 (156 m).
Selain pembangunan jembatan, juga dibuat jalan penghubung yang cukup panjang mencapai sekitar 1,9 kilometer.
Kelok 9 sendiri kini telah menjadi salah satu infrastruktur penting sekaligus sebuah ikon wisata di Sumatera Barat.***