Minggu, 19 Juli 2026

Jalan dengan 9 Belokan Jadi Akses dari Sumatera Barat ke Riau, Ada Sejak Hindia Belanda 1908-1814

Photo Author
Irma Agustiana, Sketsa Nusantara
- Jumat, 28 Juni 2024 | 20:59 WIB
Kelok 9 jalan yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau.  Sumber foto: Tangkap layar djkn.kemenkeu.go.id/KPKNLBukittinggi
Kelok 9 jalan yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau. Sumber foto: Tangkap layar djkn.kemenkeu.go.id/KPKNLBukittinggi

SketsaNusantara.id - Infrastruktur merupakan salah satu tonggak penting dalam menunjang transportasi sekaligus serta menjamin berjalannya roda perekonomian.

Infrastruktur dalam membuka konektivitas sehingga memastikan kemudahan dan efisiensi perpindahan baik barang maupun jasa.

Meskipun diatas kertas infrastruktur sangat penting, tetapi bentang alam Indonesia yang beragam menjadi tantangan ketika pengembangan infrastruktur.

Baca Juga: Meski Menganut Paham Liberal Namun Memegang Teguh Ideologi Law of Jathe, Denmark yang Anti Korupsi Menjelma Menjadi Negara Terbahagia di Dunia

Oleh karenanya pembangunan infrastruktur harus mampu melihat dan menyesuaikan kondisi alam dari daerah yang akan dibangun.

Terdapat beberapa proyek infrastruktur yang telah mengadopsi hal tersebut, salah satunya adalah Kelok 9 yang berada di Provinsi Sumatera Barat.

Kelok 9 adalah sebuah jalan dari Padang ke Bukittinggi, dan menjadi akses dari Provinsi Sumatera Barat menuju ke Provinsi Riau atau sebaliknya.

Nama Kelok 9 sendiri bermakna 9 belokan, yang diambil dari 9 belokan yang membentuk jalan ini menjadi indah dan unik.

Baca Juga: Bukan Berupa Keris, Kyai Tunggul Wulung, Pusaka Keraton Yogyakarta Paling Suci yang Diyakini Pernah Mengusir Wabah Ternyata dari Madinah

Dilansir SketsaNusantara.id dari Kemenkeu RI, Kelok 9 berada di wilayah Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Jalan ini berada sekitar 25 kilometer sebelah timur dari kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju ke arah Provinsi Riau.

Jalan telah dibangun semenjak periode penjajahan Hindia Belanda tepatnya tahun 1908-1914 dengan tujuan memudahkan transportasi dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju pedalaman.

Pada awalnya jalanan ini cukup kecil dengan hanya sepanjang 300 meter dan lebar jalan yang hanya 5 meter.

Meskipun demikian, jalan ini menjadi sangat vital karena menghubungkan kota besar di Sumatera Barat dengan peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemenkeu.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X