Jalan Gunung Gelap memiliki sejarah panjang, dibangun sejak zaman Belanda untuk menghubungkan Garut dan Pameungpeuk.
Dahulu, jalur ini terkenal karena keindahannya, menawarkan pemandangan lereng batu yang kelam dan lembab, pohon-pohon besar, dan jurang dalam.
Namun, kondisi jalan kini tidak lagi semulus dulu.
Aspal berlubang, medan berliku-liku, dan potensi longsor di musim hujan membuat perjalanan di jalur ini terasa seperti off-road.
Kini, meskipun suasana lebih ramai dengan adanya warung dan rumah makan di sepanjang jalan, hutan lebat yang dulu mengapit jalur ini telah banyak berkurang.
Pohon-pohon besar yang dulu berdiri tegak di lereng kini banyak yang ditebang.
Meski demikian, aura mistis dan keindahan alami Jalan Gunung Gelap tetap menarik bagi mereka yang berani melintasinya.
Bagi yang ingin melintasi Jalan Gunung Gelap, baik siang maupun malam, disarankan untuk selalu berhati-hati dan tidak lupa berdoa.
Keindahan dan misteri yang menyelubungi jalan ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong dan penduduk lokal.***