jelajah

Masuk Daftar Spesies Hewan yang Hampir Punah! Tradisi Berburu Paus Suku Lamalera Tetap Bertahan, Kenapa?

Kamis, 27 Juni 2024 | 07:45 WIB
Tradisi berburu paus suku Lamalera. (X/ @klaru9_)

Paus yang berhasil ditangkap kemudian dijadikan sumber pangan yang cukup untuk seluruh desa selama satu bulan.

Baca Juga: 1 Jam dari Pusat Kota Jember, Bukit Samboja Tempat Semedi Para Penikmat Piknik Aestetik, Laut Bukit Langit Jadi Satu, Buka 24 Jam

Paus sperma (Physeter macrocephalus), dikenal sebagai koteklema oleh penduduk lokal, adalah target utama perburuan.

Namun, paus ini kini berstatus rentan menurut Daftar Merah International Union for Conservation of Nature IUCN 2018.

Selain menjaga kelestarian paus, masyarakat Lamalera juga tidak memburu paus biru karena diyakini leluhur mereka memiliki hutang budi kepada hewan tersebut.

Baca Juga: Ternyata Bukan Bukit Biasa! Mengungkap Misteri dan Jejak Peradaban Tertua di Cianjur: Situs Gunung Padang

Musim berburu paus, disebut Lewa, berlangsung dari 1 Mei hingga Oktober.

Tradisi ini diawali dengan persiapan senjata bernama tempuling, yang terbuat dari bambu dengan ujung besi runcing.

Daging paus yang ditangkap dibagikan kepada mereka yang terlibat dalam perburuan, sementara minyak paus digunakan sebagai minyak urut, minyak gosok, hingga bahan bakar lampu tradisional.

Baca Juga: Dikelola Sejak 2013, Desa Wisata di Aceh Ini Tawarkan Kuliner Khas dan Spot Edukasi yang Seru

Tradisi berburu paus mendapat kecaman dari berbagai pihak, terutama pecinta hewan, karena paus sperma adalah satwa langka.

Namun, masyarakat Lamalera tidak sembarangan dalam perburuan.

Mereka hanya menangkap paus sperma dan menghindari membunuh paus betina yang sedang hamil atau anak paus.

Baca Juga: Berjarak 23 Km dari Ponorogo, Telaga Ini Indah dan Cantik Mempesona Miliki Luas 5 Kali Lipat dari Danau...

Selain paus, mereka juga memburu lumba-lumba, meskipun Indonesia telah melarang perburuan hewan-hewan ini.

Halaman:

Tags

Terkini