Para wali melihat bahwa datangnya Bangsa Barat atau Portugis tidak akan mampu dilawan secara militer.
Maka dari itu, harus diantisipasi secara kebudayaan, dengan membangun jati diri bangsa.
Oleh karena itu Sunan Kalijaga bersama murid-muridnya berjalan dari Demak ke arah selatan dan akhirnya meletakkan pondasi masyarakat di bawah bekas wilayah Mataram Kuno, sebagaimana diceritakan dalam Babad Alas Mentaok.***