jelajah

Awal Mula Sunan Kalijaga Berjalan dari Demak ke Selatan Membuka Mataram Islam, Ada Ancaman Kehancuran Peradaban Nusantara

Rabu, 26 Juni 2024 | 06:10 WIB
Ilustrasi perjalanan Sunan Kalijaga dari Demak ke Yogyakarta. (Pexels.com/Jacob Evans)

SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang sangat populer. Ia bahkan menjadi tokoh sentral yang mengawal transisi dari kerajaan-kerajaan di tanah Jawa.

Sosok yang bergelar Raden Mas Sahid itu tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh yang mengawal transisi pemerintahan dari Kerajaan Majapahit ke Kesultanan Demak.

Sunan Kalijaga pula yang mengawal transisi pemerintahan Islam di Jawa yang mulanya berpusat di Demak bergeser ke Kerajaan Pajang.

Baca Juga: Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok

Ia juga merupakan tokoh yang meletakkan dasar-dasar perpindahan dari Kerajaan Pajang ke Mataram Islam yang sekarang kita kenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pembukaan peringatan 500 tahun Sunan Kalijaga yang diselenggarakan pada tahun 2011 di Pesantren Kaliopak, Bantul, Yogyakarta, KH Jadul Maula menuturkan awal mula pergeseran kekuasaan Islam di Demak yang berpindah ke Mataram Islam Yogyakarta.

Ketua Lesbumi PBNU itu menyebut bahwa para Wali Songo telah membaca tanda-tanda zaman yang bakal berujung pada kehancuran peradaban Nusantara.

Baca Juga: Misteri Usia Sunan Kalijaga Hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara

"Para wali, para sunan di Demak, memprediksi, dan membaca tanda-tanda zaman. Bahwa masuknya Bangsa Portugis, jatuhnya Kerajaan Malaka itu tanda bahwa akan terjadi perubahan yang sangat besar di Nusantara ini, yang kalau tidak diantisipasi akan bisa berdampak hilangnya, hancurnya peradaban bangsa kita yang punya sejarah sangat panjang," ujar KH Jadul, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Pesantren Kaliopak yang diunggah pada 30 Agustus 2016.

Dalam catatan sejarah, tahun 1511 adalah tahun kedatangan Bangsa Portugis di wilayah Nusantara yang berakibat pada jatuhnya Kerajaan Malaka.

Baca Juga: Kisah Wali Songo: Gelar Nama Sunan Kalijaga Bukan karena Bertapa Menjaga Sungai di Tanah Jawa, Ada Makna Lain...

Ada kemungkinan para Wali Songo sebelumnya belajar dari sejarah kekalahan suku-suku Indian di Benua Amerika yang peradabannya hancur hingga kehilangan identitas kebudayaan akibat kolonialisme.

Untuk mengantisipasi ancaman masuknya kolonial, diputuskan untuk memindahkan pusat kekuasaan dari pesisir utara Jawa ke bagian selatan.

Sunan Kalijaga pun bertugas berjalan dari Demak ke selatan untuk meletakkan dasar-dasar bagi suatu kebudayaan, sekaligus identitas kebudayaan.

Halaman:

Tags

Terkini