SketsaNusantara.id - Desa Wae Rebo, yang terletak di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sering disebut sebagai desa di atas awan.
Berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, berisikan 7 rumah ada Mbaru Niang, desa ini dikelilingi oleh gunung dan Lembah.
Menciptakan pemandangan spektakuler, terutama ketika kabut tebal menyelimuti sekitarnya, membuat Desa Wae Rebo terlihat seperti berada di atas awan, seperti dilansir dari kanal YouTube Kemenparekraf.
Desa Wae Rebo terkenal karena keunikan dan keindahannya, sehingga mendapat gelar Warisan Budaya Dunia dari UNESCO pada Agustus 2012, mengalahkan 42 negara lainnya.
Pada tahun 2021, Wae Rebo juga terpilih sebagai salah satu dari tiga desa yang mewakili Indonesia dalam ajang penghargaan desa wisata terbaik di dunia yang diselenggarakan oleh badan PBB khusus pariwisata.
Leluhur penduduk Wae Rebo berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Mereka menetap di Wae Rebo setelah hidup berpindah-pindah di Nusa Tenggara Timur.
Saat ini, generasi yang tinggal di desa ini adalah generasi ke-20, yang masih memegang teguh tradisi, budaya, keyakinan, dan arsitektur bangunannya.
Ikon utama desa ini adalah rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang.
Hanya ada tujuh rumah Mbaru Niang dari dulu hingga sekarang.
Rumah tradisional ini terbuat dari kayu dengan atap ilalang yang dianyam, mencerminkan keselarasan manusia dengan alam.
Selain Mbaru Niang, terdapat Compang di tengah-tengah desa, yaitu susunan batu melingkar yang digunakan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, alam, dan leluhur.