Namun berdasarkan informasi dari laman Visiting Jogja Istimewa milik Pemerintahan Yogyakarta, makam tersebut sebenarnya adalah kuburan Tumenggung Endranata.
Tumenggung Endranata merupakan pengkhianat Kerajaan Mataram.
Saat Mataram menyerang markas VOC di Batavia, Tumenggung Endranata membocorkan tempat logistik pasukan kerajaan.
Sultan Agung yang mengetahui hal ini langsung menghukum Tumenggung Endranata dengan memenggalnya.
Tubuh tanpa kepala milik Tumenggung Endranata dikubur di salah satu anak tangga yang hingga saat ini diinjak-injak pengunjung.
Tujuannya adalah sebagai pembelajaran bagi orang yang berkhianat.
Sementara kepala Tumenggung Endranata dikuburkan di tengah-tengah gapura.***