jelajah

Bukan Masjid Biasa! 4 Keunikan Arsitektur Masjid Menara Kudus, Bingkai Akulturasi Budaya Nusantara Warisan Wali Songo

Rabu, 19 Juni 2024 | 15:45 WIB
Arsitektur Masjid Menara Kudus merupakan campuran budaya Jawa, Islam dan Hindu (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

“Bagian atas menara seperti menara kulkul di Bali, ada atap kemudian badannya,” ucapnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari channel YouTube TRANSTV OFFICIAL.

Sedangkan bagian kaki menara memiliki arsitektur yang sama persis dengan kaki Candi Jago di Malang.

Baca Juga: Ulama Palestina Jadi Pelatih Tentara Majapahit, Pakai Baju Perang Pusaka Milik Sunan Kalijaga

2. Ornamen Tionghoa

Dikutip dari channel YouTube YPM Journey, Menara Kudus juga dihiasi dengan ornamen Tionghoa berupa piring-piring yang ditempel mengelilingi menara.

Setidaknya ada 32 piring-piring yang sebagian besar berwarna biru serta pernik keramik buatan China.

3. Pancuran 8

Arsitektur tempat wudhu Masjid Menara Kudus juga tidak seperti tempat wudhu pada umumnya.

Ada 8 pancuran di tempat wudhu Masjid Menara Kudus dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter.

Masyarakat menyakini jumlah pancuran tersebut diadaptasi dari ajarah Budha ‘Asta Sanghika Marga’ atau Delapan Jalan Kebenaran.

Baca Juga: 6000 Meter dari Pusat Kota Pati, Sunan Bonang Pernah Murka dan Wariskan Kisah Legenda Tongkat Sakti

4. Tiang Soko Guru

Masjid Menara Kudus juga menerapkan metode Soko Guru seperti masjid-masjid kuno di Pulau Jawa.

Metode Soko Guru yakni penggunaan 4 tiang utama untuk menyangga bangunan yang konon belum diganti sejak renovasi pada tajhun 1918.

Masjid Menara Kudus juga menggunakan Soko Rawa atau 4 tiang pendamping.***

Halaman:

Tags

Terkini