Dalam peperangan itu, Sunan Ngudung mengenakan baju perang Antakusuma atau Kyai Gondil milik Sunan Kalijaga.
Sayangnya, Sunan Ngudung gugur dalam pertempuran karena tidak berperang sepenuh hati. Pasalnya, yang dihadapi adalah Raden Kusen atau Husein, yang sejatinya adalah saudara seiman, meskipun membawa bendera Majapahit.
Jabatan panglima perang lalu diserahkan kepada sang anak, Sunan Kudus. Di bawah kepemimpinan Sunan Kudus inilah, tentara Demak berhasil menggempur dan mengalahkan Majapahit. Meskipun demikian, Sunan Kudus tidak membalaskan dendam kematian sang ayah, dan membiarkan Raden Kusen tetap hidup sebagai tawanan perang.***