Setiap tamu yang datang tak akan menemukan segelas kopi atau teh namun akan disuguhi campuran pinang dan sirih yang dicampurkan.
• Upacara kematian yang beragam
Upacara kematian jaman dahulu sangat beragam, bukan berdasarkan kepercayaan seperti saat ini namun berdasarkan permintaan mendiang, apakah memilih dikubur, dibakar, di makan anjing hingga dibuang ke laut.
Baca Juga: Tradisi Unik Suku Mentawai di Sumatera Barat, Gigi Runcing Sebagai Sebuah Simbol Kecantikan Wanita?
Jika mendiang ingin meninggal dan dimakan anjing maka pihak keluarga akan membawanya ke tempat yang banyak anjing dan membuatkan anjing memakannya.
Jika anjing-anjing itu memakannya habis maka pihak keluarga akan senang karena hal itu dianggap sebagai pertanda baik. Namun jika anjing itu tidak memakan keseluruhan maka keluarga akan bersedih dan memungut sisanya untuk dibuang ke laut.
• Banyak masalah
Masyarakat Majapahit rupanya sangat menghargai kepala mereka, sehingga jika seseorang menyentuh kepada mereka tanpa izin maka bisa menjadi masalah yang panjang karena bisa terjadi perkelahian akibat sentuh menyentuh kepala tersebut.
Selain itu alkohol juga bisa menjadi permasalahan karena salah paham ketika mabuk sering menjadi masalah dan pertikaian.
Pertikaian ini didukung oleh gaya berpakaian pria saat itu yang dilengkapi keris dan tak segan digunakan pada lawannya.
Baca Juga: Apa Jadinya Jika Keris Diletakkan di Badan Bagian Depan? Pusaka Jawa Ini Punya Simbol di Luar Nalar
Dalam catatannya, Ma Huang juga menyebutkan penduduk pribumi juga terlihat kotor dan tak menyisir rambut serta bertelanjang kaki.
Apa yang menjadi catatan Ma Huang seolah subyektif namun bagaimanapun juga ia memiliki banyak catatan terkait kehidupan jaman Majapahit saat itu yang beri gambaran cukup mendetail kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Majapahit.***