Pada zamannya Pangeran Diponegoro kerap meletakkan keris di badan bagian depan sebagai sebuah simbol.
Salah satunya simbol dalam membela kepercayaan diri atau siap gugur dalam peperangan atau melawan musuh. Seperti saat Pangeran Diponegoro siap dalam menghadapi mati dalam perjuangannya melawan Belanda.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pusaka khas Jawa ini akan lebih baik jika diletakkan di badan bagian belakang sebagai sebuah adab dan simbol yang baik.***