Berawal dari amarah Ki Ageng Giri kepada Ki Ageng Pemanahan yang meminum air kelapanya. Pasalnya, kelap tersebut memiliki tuah, bahwa kelak yang meminumnya akan melahirkan raja-raja di Jawa.
Ki Ageng Pemanahan pun mengharapkan keikhlasan akibat kelalaiannya meminum air kelap tersebut.
4. Tradisi Meron
Ada tradisi tahunan di masyarakat Sukolilo yang disebut Meron.
Dikutip dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, Meron pertama kali dilakukan oleh sejumlah abdi dalem Kasultanan Mataram di Pati pada abad 17 dan berlangsung tiap tanggal 13 Rabiul Awal.
Tradisi ini dimaksudkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
5. Tempat Semar Bersemedi
Di Kecamatan Sukolilo, tepatnya di Desa Kedumulyo, sebuah lokasi yang terletak di kaki Pegunungan Kapur Utara, terdapt Gua Wareh.
Gua ini dipercaya sebagai tempat bersemedi Semar, tokoh punakawan dalam cerita pewayangan.
Hingga kini, banyak orang yang datang ke gua tersebut untuk melakukan ritual karena percaya airnya berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit.
6. Hasil Pemekaran di Rezim Orde Baru
Kecamatan Sukolilo sebenarnya sudah dibentuk pada awal Rezim Orde Baru (Orba), tepatnya di tahun 1968.
Waktu itu, Kecamatan Sukolilo masih terdiri dari 4 desa. Sesuai kebijakan pemekaran dari Kecamatan Kayen, wilayah itu ditetapkan sebagai kecamatan definitif berdasarkan PP RI Nomor 17 tahun 1985.
Itulah 6 fakta tentang Kecamatan Sukolilo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang belakangan ini viral di jagat maya.***