SketsaNusantara.id - Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu ikon paling terkenal di Jakarta.
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang diperingati pada 22 Juni 2026, keberadaan Monas kembali menjadi sorotan sebagai simbol ibu kota sekaligus lambang perjuangan bangsa Indonesia.
Berdiri megah di kawasan Jakarta Pusat, Monas bukan sekadar destinasi wisata, melainkan juga monumen yang menyimpan sejarah panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Monas dibangun atas gagasan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menginginkan sebuah monumen nasional untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961 dan dilakukan dalam beberapa tahap hingga akhirnya dibuka untuk umum pada 1975.
Dikutip SketsaNusantara.id dari Kementerian Pariwisata, rancangan Monas dibuat oleh arsitek Soedarsono dan Frederich Silaban yang dipilih langsung oleh Presiden Soekarno.
Monumen ini memiliki tinggi 132 meter dan berdiri di atas lahan seluas sekitar 80 hektare di kawasan Lapangan Medan Merdeka.
Salah satu daya tarik utama Monas adalah Tugu Api Kemerdekaan yang berada di puncak monumen.
Api tersebut dilapisi emas dan melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tidak pernah padam.
Dilansir dari laman Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, konsep lingga dan yoni yang diterapkan pada Monas juga mengandung filosofi keseimbangan dan kesuburan yang diambil dari budaya Nusantara.
Di bagian dalam monumen terdapat Museum Sejarah Nasional yang menampilkan puluhan diorama perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari masa kerajaan, perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.