jelajah

Kuliner Khas Banyuwangi yang Melegenda, Ayam Pedas Rantinem dengan Bumbu Nampol dan Aroma Kayu Bakar

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:55 WIB
Ayam Pedas Rantinem, kuliner khas Banyuwangi (Instagram/@azalia_wijaya)

SketsaNusantara.id - Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan kuliner yang beragam. Di antara banyaknya hidangan khas yang ditawarkan, Ayam Pedas Rantinem menjadi salah satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu.

Hidangan ini berasal dari kawasan Genteng, Banyuwangi Selatan, dan telah lama dikenal sebagai sajian dengan cita rasa pedas yang khas. Popularitasnya tidak hanya di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah.

Salah satu tempat yang menjadi pusat kuliner ini adalah Warung Ayam Pedas Rantinem. Warung tersebut telah berdiri sejak era 1970-an dan hingga kini masih mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi kuliner legendaris.

Baca Juga: 4 Fakta Le Cordon Bleu, Sekolah Kuliner Almamater Anak Natalius Pigai hingga Chef Renatta, Punya 35 Kampus?

Keberhasilan warung ini bertahan selama puluhan tahun tidak lepas dari konsistensi dalam menjaga rasa. Sejak awal berdiri, resep dan cara memasak Ayam Pedas Rantinem tetap dipertahankan, termasuk penggunaan tungku kayu bakar yang menjadi ciri khasnya.

Metode memasak tradisional tersebut dipercaya mampu menghasilkan aroma dan cita rasa yang lebih autentik dibandingkan dengan teknik modern. Asap dari kayu bakar memberikan sentuhan khas yang sulit ditiru oleh peralatan masak biasa.

Bahan utama dalam hidangan ini adalah ayam kampung, yang dikenal memiliki tekstur daging lebih padat dan rasa yang lebih gurih. Setiap harinya, warung ini mampu mengolah puluhan hingga ratusan ekor ayam untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Baca Juga: Mudik ke Jember dan Mau Makan Pecel Maknyus? Inilah 4 Tempat Kuliner Pecel yang Wajib Anda Coba

Proses pengolahan dimulai dengan membakar ayam terlebih dahulu sebelum dimasak dengan bumbu khas. Bumbu tersebut terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun jeruk, daun salam, tomat, serta cabai rawit dalam jumlah besar.

Penggunaan cabai rawit menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa pedas yang kuat. Tidak hanya pedas, hidangan ini juga memiliki rasa gurih dari santan yang dimasak bersama bumbu hingga meresap sempurna ke dalam daging ayam.

Proses memasaknya sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini bertujuan agar tekstur ayam menjadi empuk dan bumbu benar-benar menyatu, menghasilkan cita rasa yang kaya dan mendalam.

Baca Juga: Kisah Bakso Cendana: Langganan Keluarga Cendana yang Telah Melegenda, Cocok Jadi Pilihan Kuliner Saat Lebaran

Selain rasa, harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, menjadikan Ayam Pedas Rantinem sebagai pilihan kuliner yang ramah di kantong. Dengan harga sekitar Rp20 ribu per porsi, pengunjung sudah dapat menikmati hidangan khas yang autentik.

Tidak hanya warga lokal, banyak perantau asal Banyuwangi yang mengaku selalu merindukan cita rasa Ayam Pedas Rantinem. Bahkan, sebagian dari mereka memilih membawa pulang dalam bentuk beku sebagai oleh-oleh khas.

Halaman:

Tags

Terkini