SketsaNusantara.id - Perayaan Imlek menurut kalender akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026 ini.
Setiap kali menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, pasar dan toko swalayan biasanya mulai dipenuhi dengan tumpukan kue berwarna cokelat berbentuk bulat yang dibungkus plastik atau daun pisang.
Di beberapa daerah dan kalangan masyarakat, kue ini akrab disebut sebagai Kue Tutun yang memiliki makna tak sekedar makanan namun memiliki filosofi mendalam.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2026, Pilih Desain Paling Kece untuk Dibagikan di Instagram
Dikutip dari laman sastracina.fib.ub.ac.id, Kue Tutun adalah sebutan lokal untuk Nian Gao atau yang secara nasional lebih dikenal sebagai sebagai dodol China atau kue keranjang.
Penyebutan kue Nian Gao ini juga bisa disebut sebagai kue tahunan sebab kue lengket ini hanya disediakan pada momen setahun sekali yakni saat menjelang Imlek.
Nama "Kue Keranjang" sendiri diambil secara sederhana dari wadah cetakannya yang berbentuk keranjang bambu.
Kue ini terbuat dari campuran sederhana yaitu tepung ketan dan gula merah serta minyak sayur.
Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama, terkadang hingga 12 jam, untuk mendapatkan tekstur yang kenyal sempurna dan warna cokelat karamel yang alami.
Bagi masyarakat Tionghoa, memakan kue ini bukan sekadar tradisi kuliner, melainkan sebuah doa yang dimanifestasikan dalam makanan.
Nama Nian Gao terdengar seperti kata "Tinggi" (Gao) dimana jika memakan kue ini melambangkan harapan agar setiap tahun posisi, rezeki, dan kualitas hidup semakin meningkat.
Sedangkan teksturnya yang sangat lengket adalah simbol dari ikatan keluarga yang kuat, diharapkan anggota keluarga selalu bersatu, rukun, dan sulit dipisahkan.
Rasa manis yang dominan melambangkan harapan agar tahun yang baru berjalan dengan penuh kegembiraan dan tanpa rasa pahit.