jelajah

Jejak Peradaban Batu Besar di Bondowoso: Ribuan Tinggalan Megalitikum dari Arca Manusia hingga Sarkofagus Kini Dirawat di Pusat Informasi Megalitikum

Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:30 WIB
Salah satu foto peninggalan megalitikum Arca Megalit dan Arca Kepala Manusia yang ada Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (SketsaNusantara.id/ Nahria Konaatin Nisak)
 
SketsaNusantara.id - Kabupaten Bondowoso selain dikenal sebagai Kota Tape, ternyata menyimpan banyak kekayaan cagar budaya terutama di peninggalan Megalitikum.
 
Kata Megalitikum berasal dari bahasa Yunani, yaitu Mega yang bermakna batu dan Litik berarti besar. Secara harfiah kata Megalitikum sendiri berarti batu besar . 
 
Pada zaman dahulu Megalitikum atau batu besar tidak hanya digunakan sebagai tempat pemujaan nenek moyang, namun juga sebagai tempat penguburan bahkan pemukiman. 
 
 
Peninggalan Megalitikum di Kabupaten Bondowoso memang sangat luas dan hampir tersebar di seluruh wilayah, bahkan tak jarang peninggalan Megalitikum ditemukan di lahan-lahan milik warga.
 
Sedangkan jenis peninggalan Megalitikum yang ditemukan sangat beragam. Mulai dari batu kenong, menhir, sarkofagus, dolmen, arca kepala manusia, arca megalit, bola batu, lumpang batu, serta jenis megalitikum lainnya.
 
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube Disbudpar Jatim pada 4 Juli 2023. Hery Kusdarijanto seorang arkeolog, mengatakan "tinggalan megalitik di Bondowoso yang kita rawat sekitar 1.423 benda maupun struktur". 
 
 
"Bahkan tinggalan Megalit yang ada di Kabupaten Bondowoso sebarannya hampir di 23 kecamatan" lanjut Hery Kusdarijanto. 
 
Kecamatan tersebut antara lain Grujugan, Wringin, Maesan, Cermee, Pujer, Tamanan, Wonosari, Klabang, Tegalampel, Bondowoso, Tapen, Curahdami, Tlogosari, Sumberwringin, Sukosari, Pakem dan Binakal. 
 
Dikutip dari laman resmi incar.jatimprov.go.id, menjelaskan bahwa Kawasan Cagar Budaya Megalitikum Grujugan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi berdasarkan Sk No. 188/146/KPTS/013/2016.
 
 
Setelah dikeluarkannya SK tersebut, pemerintah Kabupaten Bondowoso membangun Pusat Informasi Megalitikum yang berada di Jl. Purbakala, Daringan Tengah, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. 
 
Saat proses pembuatannya dilakukan proses ekskavasi atau pemindahan megalitikum dari tempat aslinya untuk ditempatkan di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB). 
 
Benda-benda peninggalan prasejarah tersebut konon sudah ada sejak 2.500 Sebelum Masehi (SM) dan masih terlihat jejaknya hingga saat ini. 
 
Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) masih berfungsi sebagai tempat mencatat berbagai benda peninggalan prasejarah, serta sebagai bentuk sarana pelestarian dan wisata edukasi sejarah bagi masyarakat.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini