SketsaNusantara.id - Jika sebelumnya buku-buku prasejarah menempatkan Goa Lascaux di Prancis atau Altamira di Spanyol sebagai rahim seni manusia, namun dengan ditemukannya penemuan lukisan gua ini membuat narasi tersebut akan berubah.
Dengan temuan di goa Pulau Muna ini maka Indonesia kini mengukuhkan posisinya sebagai pusat peradaban awal manusia modern.
Hal ini berdasarkan penemuan terbaru di Liang Metanduno atau Goa Metanduno di Desa Liangkobori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Goa ini kini telah resmi ditetapkan sebagai situs dengan seni cadas atau lukisan gua tertua di dunia.
Hasil penelitian ini merupakan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Griffith University dan Southern Cross University (Australia).
Dimana hasil penelitian ini baru saja dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi nature.com, pada Januari 2026.
Sebelum penemuan di Pulau Muna terungkap, rekor lukisan goa tertua dipegang oleh lukisan figuratif di Leang Karampuang, Maros, yang berusia 51.200 tahun.
Namun, temuan di Liang Metanduno ini memiliki usia yang jauh lebih tua yakni diperkirakan minimal berusia 67.800 tahun.
Jenis Lukisan di dinding goa ini berbentuk bermacam-macam, terdiri dari 316 gambar cadas yang berusia puluhan ribu tahun mulai dari cap tangan, hewan hingga aktivitas menunggang kuda.
Para peneliti kemudian menggunakan teknologi mutakhir Laser Ablation Uranium Series sehingga mampu menghitung usia lapisan kalsium karbonat di atas pigmen lukisan dengan sangat presisi.
Dari serangkaian penelitian dari lukisan goa ini, para ahli kemudian menilai bahwa hal ini bukan sekadar coretan tak sengaja, melainkan bentuk ekspresi simbolik yang matang.