jelajah

Makna Hajad Dalem Labuhan yang Digelar Keraton Yogyakarta, Tradisi Sakral Parangkusumo Sarat Nilai Spiritual dan Budaya

Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:30 WIB
Ritual Hajad Dalem Labuhan. (Bantulkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar Hajad Dalem Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta.

Upacara ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026. Prosesi berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Hajad Dalem Labuhan bukan sekadar agenda adat tahunan Keraton. Upacara ini memiliki makna spiritual yang kuat. Ritual tersebut menjadi wujud doa, rasa syukur, serta permohonan keselamatan.

Baca Juga: Tak Sekadar Pemandangan Merapi, Desa Wisata Tunggul Arum Tawarkan Ritual Budaya, Kuliner Lokal, dan Spot Transit Lava Tour

Prosesi Labuhan dilakukan dengan melabuhkan ubarampe ke laut selatan. Sesaji yang dilarung menjadi simbol hubungan harmonis. Hubungan itu terjalin antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Dilansir dari Bantulkab.go.id, makna Labuhan juga berkaitan dengan keseimbangan alam. Keraton menempatkan laut selatan sebagai bagian penting kosmologi Jawa. Ritual ini menegaskan peran manusia dalam menjaga harmoni semesta.

Sejak pagi hari, kawasan Pantai Parangkusumo dipadati masyarakat. Warga dan wisatawan menyaksikan jalannya prosesi. Kehadiran mereka menjadi bagian dari peristiwa budaya ini.

Baca Juga: Viral di Media Sosial Kelompok Kejawen Jawa Tengah Gelar Ritual di Candi Siwa Prambanan, Pelaku Mengaku Mendapatkan Bisikan Gaib

Abdi dalem Keraton memimpin jalannya upacara. Mereka mengenakan busana adat khas Yogyakarta. Setiap tahapan dilakukan sesuai tata cara Keraton.

Hajad Dalem Labuhan merupakan tradisi turun-temurun. Prosesi ini telah dijalankan lintas generasi. Keraton menjaga pakem tanpa perubahan mendasar.

Makna ritual ini juga tercermin dalam keteraturan prosesi. Setiap ubarampe memiliki simbol tersendiri. Seluruh rangkaian dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

Pelaksanaan Labuhan tidak hanya bermakna spiritual. Tradisi ini juga memperlihatkan nilai budaya yang hidup. Keraton mempertahankan peran sebagai penjaga tradisi.

Ritual ini menjadi ruang pertemuan budaya dan masyarakat. Publik dapat menyaksikan langsung prosesi sakral. Interaksi tersebut memperkuat pemahaman terhadap budaya Jawa.

Hajad Dalem Labuhan juga berdampak pada sektor pariwisata budaya. Pantai Parangkusumo menjadi destinasi ritual adat. Kabupaten Bantul menjadi bagian penting pelaksanaannya.

Halaman:

Tags

Terkini