Asal Usul Nama Gunung Slamet
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman Event Daerah Kemenparekraf, penamaan Gunung Slamet tak lepas. dari kepercayaan dan mitos yang melingkupinya.
Nama Gunung Slamet diambil dari istilah dalam bahasa Jawa, ‘slamet’ yang artinya keselamatan atau aman.
Penamaan tersebut berkaitan dengan mitos yang beredar di masyarakat bahwa letusan gunung Slamet bisa membelah Pulau Jawa menjadi dua bagian.
Nama Slamet diharapkan agar gunung tersebut memberikan perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar agar terhindar dari bencana.
Baca Juga: 5 Fakta Insiden Pendaki Perempuan Asal Semarang yang Hilang saat Mendaki Gunung Slamet Jawa Tengah
Sejarah Letusan Gunung Slamet
Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan pertama gunung Slamet yang berhasil terekam yakni pada tahun 1772.
Selanjutnya, gunung bertipe stratovulcano ini pernah meletus dan menghasilkan aliran lava hingga hujan abu pada tahun 1930, 1932, 1953, 1955, 1958, 1973 dan 1988.
Sejak saat itu, gunung Slamet hanya menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanologi disertai semburan abu, dentuman suara dan kegempaan.
Mitos Gunung Slamet
Umumnya gunung-gunung di Indonesia, gunung Slamet juga memiliki mitos yang dipercaya masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Salah satunya, mitos letusan Gunung Slamet yang bisa membelah Pulau Jawa menjadi dua karena letaknya yang berada di tengah-tengah.
Mitos lainnya yakni keberadaan makhluk penguasa Gunung Slamet bernama Mbah Jamur Dipa.
Tak hanya itu, mitos lain yang cukup populer di kalangan pendaki yakni adanya pintu gerbang menuju kerajaan gaib di gunung Slamet.