SketsaNusantara.id - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut atau mdpl.
Gunung yang dijuluki atap Jawa Tengah (Jateng) ini juga merupakan puncak tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru yang ada di Jawa Timur.
Tak heran jika kemudian Gunung Slamet menjadi salah satu lokasi pendakian incaran para pendaki yang ingin menaklukkan deretan atap tertinggi di Pulau Jawa.
Dalam pandangan masyarakat sekitar, Gunung Slamet memiliki nilai spiritual. Bahkan dalam mitologi Jawa Kuno, gunung Slamet kerap dianggap sebagai ‘paku bumi’ kedua setelah gunung Semeru.
Mitologi ini tak lepas dari sejarah yang beredar di masyarakat, termasuk asal usul nama gunung tersebut.
Sejarah Gunung Slamet
Ada beberapa versi sejarah gunung Slamet yang beredar di masyarakat. Konon, gunung Slamet muncul akibat pertarungan Bima dan gajah raksasa.
Dalam pertarungan tersebut, kuku Bima yang kabarnya sangat kuat patah hingga akhirnya memotong gunung yang menjulang tinggi hingga ke kayangan.
Gunung tersebut terpotong menjadi dua, yakni Gunung Slamet dan Gunung Ciremai di Jawa Barat.
Versi lain menyebutkan, gunung yang awalnya bernama Gunung Gora ini diberi nama Gunung Slamet oleh Syekh Maulana Maghribi saat menyebarkan agama Islam di Jawa.
Namun secara ilmiah, gunung Slamet yang berada di 5 kabupaten ini terbentuk akibat pertemuan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia.