Secara astronomis, gunung yang terbentuk akibat pertemuan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia ini berada di 7°14'30” Lintang Selatan dan 109°12'30” Bujur Timur.
2. Punya 6 Jalur Pendakian Utama
Dukutip dari laman Data Gunung, Slamet memiliki 6 basecamp jalur pendakian utama yang tersebar di beberapa kabupaten.
Mulai dari jalur Kaliwadas di Brebes, Guci Tegal, Dipajaya Pemalang, Cemara Sakti Pemalang, Baturraden Purwokerto dan Bambangan Purbalingga.
Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan adalah yang paling populer, salah satunya karena bisa dicapai melalui jalan tol.
3. Punya Beragam Flora dan Fauna
Dikutip dari laman Kemenparekraf, hutan di Gunung Slamet cukup luas, yakni sekitar 31.200 hektar.
Kawasan hutan di Gunung Slamet tersebut terbagi menjadi 4 bagian, yakni Hutan Gunung, Hutan Montane, Hutan Dipterokarp Atas dan Hutan Dipterokarp Bukit.
Di kawasan hutan Gunung Slamet, pendaki bisa menemukan Elang Jawa, Monyet Ekor Panjang hingga Anggrek Hitam.
4. Penuh Kisah Mistis
Bagi masyarakat sekitar, Gunung Slamet diyakini memiliki nilai spiritual dan mistis, membuat banyak mitos yang berakar dalam budaya setempat masih terus ada hingga saat ini.
Beberapa kisah mistis Gunung Slamet yang cukup dikenal yakni keberadaan kerajaan gaib hingga pasar hantu.
Kisah-kisah mistis di Gunung Slamet bahkan terangkum dalam Babad Banyumas.