SketsaNusantara.id - Ada perkampungan unik di Kabupaten Jember, dengan mayoritas penduduknya beragama kristen dan menggunakan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Jember ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang berada di kawasan tapal kuda, dengan budaya pandalungan yang sangat kental.
Istilah pandalungan sendiri mengacu pada perpaduan dua budaya yaitu Jawa dan juga Madura.
Jadi tidak heran ketika masyarakat di Kabupaten Jember memiliki ciri khas saat berbicara, yaitu menggunakan Bahasa Jawa dengan logat Madura.
Dilansir dari kanal YouTube Kang Ngluyur, dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat Madura di Jember adalah perantau dari Pulau Madura.
Sebagian besar masyarakat Madura di Jember menempatkan wilayah bagian utara, di antaranya seperti Kecamatan Kalisat, Arjasa, Jelbuk, Sumberjambe, Sukowono dan beberapa daerah lainnya.
Video tersebut menjelaskan bahwa perantau dari Pulau Madura di Kabupaten Jember sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Seperti yang diketahui bahwa Madura cukup identik dengan masyarakat beragama Islam.
Namun hal berbeda terjadi dengan masyarakat Madura di Dusun Paleran atau lebih dikenal dengan Gayasan, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Jember.
Di antara masyarakat Madura Islam terdapat satu kelompok kecil yang beragama kristen. Bahkan telah berdiri Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di tanah Gayasan.
"Di mana di tengah-tengah masyarakat Madura yang mayoritas beragama Islam, ada satu kelompok kecil masyarakat yang menganut agama kristen yang juga berbahasa Madura," jelas pemilik kanal YouTube Kang Ngluyur.