Sumur Gumuling menjadi simbol ujian keseimbangan antara kesenangan duniawi dan aturan Ilahi. Nilai tersebut juga ditemukan pada pesanggrahan lain di lingkungan kraton.
Sebagai kampung wisata, Tamansari berbasis pada potensi budaya dan heritage. Atraksi yang ditawarkan antara lain kerajinan batik pranting dan lukis batik.
Kawasan ini juga dikenal memiliki keunikan berupa kampung cyber. Dalam satu wilayah RT, warga terkoneksi dengan jaringan internet.
Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan pertemuan warga dilakukan secara daring. Inovasi ini berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya.
Warga Tamansari juga aktif menjaga lingkungan yang asri. Upaya dilakukan melalui pembuatan taman kampung dan penanaman tanaman langka.
Integrasi seni budaya, heritage, lingkungan, dan teknologi menjadi ciri khas kampung ini. Kreativitas warga terus berkembang seiring waktu.
Sejumlah rumah dan halaman warga dimanfaatkan sebagai area istirahat dan kedai kopi. Wisatawan dapat menikmati suasana kampung dan aktivitas sosial warga.
Untuk memperkuat daya tarik wisata, Tamansari rutin menggelar Festival Tamansari. Festival ini menjadi kalender event tahunan kampung.
Kegiatan dimulai dengan kenduri dan kirab budaya. Pada malam hari, digelar pentas seni rakyat.
Berbagai kesenian ditampilkan, mulai tari klasik hingga gejog lesung. Festival ini juga menjadi ruang pembelajaran generasi muda Tamansari.
Melalui wadah Bala Muda Taman, proses regenerasi dan pemberdayaan masyarakat terus dijalankan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!