Kawasan ini tidak diarahkan pada konsep wisata massal. Pertimbangan tersebut diambil demi menjaga tatanan sosial masyarakat.
Pengelola juga menilai pendekatan ini dapat menciptakan lingkungan yang tetap kondusif. Kenyamanan warga dan wisatawan menjadi prioritas utama.
Meski tidak menyasar wisatawan massal, nilai ekonomi tetap dioptimalkan. Strategi harga diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial.
Dengan konsep tersebut, Kampung Wisata Dipowinatan memposisikan diri sebagai urban tourism berbasis budaya. Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang mengedepankan tradisi dan kehidupan sosial masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!