SketsaNusantara.id - Kampung wisata menjadi salah satu penggerak pariwisata berbasis masyarakat di Yogyakarta. Konsep ini menggabungkan budaya, ekonomi lokal, serta kedekatan dengan destinasi utama.
Salah satu kampung wisata yang berkembang di pusat kota adalah Sosromenduran.
Kampung Wisata Sosromenduran dikenal sebagai kampung wisata berbasis multikultur. Kawasan ini juga berfungsi sebagai penyangga utama kawasan wisata Malioboro.
Letaknya berada di wilayah Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen.
Dilansir dari Jogjaprov.go.id, kawasan ini memiliki posisi yang strategis. Lokasinya berada di sisi Malioboro dan dekat Stasiun Kereta Api Tugu.
Akses yang mudah menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
Kampung Wisata Sosromenduran memiliki beragam fasilitas kepariwisataan. Di kawasan ini tersedia hotel, homestay, warung makan, dan restoran. Terdapat pula layanan travel, money changer, serta kedai kopi.
Fasilitas transportasi juga mudah ditemukan di kawasan ini. Wisatawan dapat menyewa mobil, sepeda motor, hingga sepeda ontel. Aktivitas belanja turut menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Di kampung ini terdapat banyak produsen kaos oblong sebagai souvenir. Produk tersebut juga banyak dijual di sepanjang kawasan Malioboro. Aktivitas produksi dan penjualan menjadi bagian dari ekonomi lokal.
Selain fasilitas, Sosromenduran menawarkan berbagai atraksi seni dan budaya. Atraksi tersebut meliputi barongsai, tari klasik, serta musik garapan. Terdapat pula pertunjukan musik keroncong dan karawitan.
Atraksi keprajuritan Bregodo juga menjadi bagian dari kegiatan budaya. Kampung ini tidak hanya menampilkan pertunjukan barongsai. Terdapat pula kegiatan workshop pembuatan barongsai dan liong.
Kesenian tradisional lain juga berkembang di kawasan ini. Seni musik kenthongan dimainkan oleh kelompok ibu-ibu warga setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari atraksi berbasis komunitas.