Setelah menyadari ciptaannya, mereka percaya, ledakan yang menjadi cikal bakal kembang api, akan menjauhkan roh jahat.
Kembang api pertama lahir saat para alkemis menge,as bubuk mesiu tersebut ke dalam bambu dan melemparkannya ke dalam api.
Hasilnya, ledakan keras muncul dari bambu berisi bubuk mesiu tersebut.
Pada masa tersebut, kembang api digunakan dalam ritual kepercayaan masyarakat setempat.
Mereka meyakini, suara ledakan yang dihasilkan kembang api bisa mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan.
Hingga akhirnya, kembang api terus mengalami perkembangan, bambu digantikan oleh tabung kertas.
Kemudian, kertas tisu ditambahkan di dalamnya untuk menyalakannya hingga terciptakan kembang api seperti yang kita kenal saat ini.
Mulai Masuk ke Eropa
Pada abad ke-13, kembang api mulai menyebar ke Eropa. Beberapa sumber menyebutkan penjelajah Marco Polo yang membawanya dari Asia.
Marco Polo membawa kembang api tersebut pada tahun 1295 dan digunakan selama perayaan untuk menghibur masyarakat.
Sejak saat itu, kembang api mulai menyemarakkan sejumlah acara penting di negara-negara besar di Eropa seperti pesta pernikahan Henry VII tahun 1486.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!