SketsaNusantara.id - Bagi suku Osing di Kabupaten Banyuwangi, tradisi Mepe Kasur ini bukanlah hal asing lagi.
Pasalnya tradisi Mepe Kasur yang berarti menjemur kasur ini sudah berlangsung sejak lama.
Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah ini hanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Diketahui bahwa tradisi unik ini telah dilakukan secara turun temurun, dan menjadi salah satu bagian dari kegiatan bersih desa.
Ritual Mepe Kasur dilakukan seharian penuh, yaitu dari pagi hingga sore hari oleh warga desa.
Masyarakat desa akan menjemur kasur secara bersamaan di halaman rumah masing-masing.
Tidak hanya sekedar menjemur kasur, tetapi warga juga melakukan doa dan memercikkan air bunga ke kasur.
Ternyata ada maksud dan makna tertentu dari kegiatan tersebut, yaitu agar terhindar dari segala penyakit dan hal-hal yang berbahaya.
Untuk diketahui bahwa semua kasur yang dijemur oleh warna memiliki warna yang sama, yaitu merah dan hitam.
Warna dari kasur yang seragam ternyata juga memiliki makna tersendiri dengan filosofi yang dalam.
Melansir dari laman banyuwangikab.go.id, dijelaskan bahwa warna hitam berarti tolak bala, sedangkan warna merah bermakna keabadian rumah tangga.