Bahkan, sekitar 300 budak belian dan 600 budak sewaan turut bekerja di pulau ini. Mereka membantu menggerakkan industri galangan kapal yang menjadi tulang punggung armada VOC di kawasan Asia.
Kini, Pulau Onrust menjadi bagian dari Taman Arkeologi Kepulauan Seribu, bersama Pulau Cipir, Kelor, dan Bidadari.
Reruntuhan benteng segilima, dermaga tua, serta bekas dok kapal masih dapat dijumpai hingga hari ini.
Bagi para pengunjung, Onrust bukan hanya destinasi wisata sejarah, tetapi juga pengingat bagaimana perairan Teluk Jakarta pernah menjadi pusat aktivitas global sejak empat abad lalu.
Pulau yang dahulu “tanpa istirahat” kini beristirahat dalam diam, menyimpan jejak panjang tentang awal kolonialisme, kerja keras, dan pertarungan kekuasaan di antara kerajaan-kerajaan Nusantara dan bangsa asing.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!