Selain dikenal sebagai pemimpin militer yang tangguh, Sri Sultan Hamengku Buwono II juga meninggalkan banyak karya sastra dan budaya.
Di bidang pertahanan, ia membangun tembok baluwarti dan menempatkan 13 meriam untuk menjaga keraton dari ancaman luar.
Dalam bidang sastra, beliau menulis dan melestarikan karya monumental seperti Babad Nitik Ngayogya dan Babad Mangkubumi, yang menuturkan perjuangan berdirinya Keraton Yogyakarta.
Ia juga menggubah karya fiksi seperti Serat Baron Sekender dan Serat Suryaraja.
Peninggalan lainnya adalah inovasi dalam kesenian wayang. Ia menciptakan tokoh-tokoh dengan watak perang dan menggubah wayang orang lakon Jayapusaka, dengan tokoh Bima sebagai simbol ketegasan dan kejujuran, cerminan watak beliau sendiri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!