Lasem dan Jejak Pelabuhan Kaeringan
Babad Lasem mencatat sejumlah tempat penting pada masa pemerintahan Bhre Lasem sekitar tahun 1273 Saka.
Nama-nama seperti Kaeringan, Teluk Regol, Keraton Kryan, dan Bonang-Binangun disebut sebagai pusat kegiatan ekonomi dan keagamaan di bawah kekuasaan Majapahit.
Kaeringan menjadi pelabuhan penting sejak masa pemerintahan Dewi Indu, yang dikenal juga sebagai Bhre Lasem, Sri Rajasaduhitendudewi. Dalam catatan tersebut disebutkan, “Suaminya, Rajasawarddhana (Bhre Matahun) disebutkan menguasai junk-junk perang yang berada di pelabuhan ini.” Pelabuhan Kaeringan tetap aktif hingga awal masuknya Islam ke pesisir utara Jawa.
Kisah lain menyebut Pangeran Santikusumo, pada usia 18 tahun, berlayar dari Kaeringan menuju Tuban. Tuban sendiri sudah dikenal sejak abad ke-11 Masehi sebagai salah satu pelabuhan tertua di Jawa, menandakan betapa pentingnya jaringan maritim di pesisir utara pada masa itu.
Struktur Kewilayahan Majapahit
Keterangan tentang wilayah Majapahit juga ditemukan dalam Kakawin Nagarakertagama dan sejumlah prasasti.
Pada masa Raja Hayam Wuruk, kekuasaan Majapahit meliputi sebagian Jawa Tengah, seluruh Jawa Timur, Madura, dan Bali. Di luar wilayah inti itu terdapat Lombok dan sebagian Sumbawa, serta 21 negara daerah yang dipimpin oleh para pejabat bergelar Paduka Bhattara.
Daerah-daerah di luar kekuasaan langsung disebut desantara kacayya, wilayah yang dilindungi oleh Majapahit, mencakup daerah di Nusantara dari Sumatera hingga Papua.
Hubungan Majapahit dengan daerah-daerah itu bersifat protektif. Sebagai tanda terima kasih atas perlindungan, daerah-daerah tersebut mengirimkan upeti secara berkala.
Selain wilayah Nusantara, Majapahit juga menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara daratan yang berkedudukan sejajar, disebut mitra satata. Negara-negara ini antara lain kerajaan di Semenanjung Tanah Melayu, Siam, Khmer, dan Champa.
Hubungan tersebut menegaskan bahwa Majapahit bukan hanya kekuatan lokal, tetapi juga bagian penting dari jaringan politik dan ekonomi regional.
Dari Keruntuhan ke Kejayaan
Keruntuhan Singhasari menjadi awal bagi transformasi besar di tanah Jawa. Dari konflik internal itu lahir Majapahit, kerajaan yang kelak menjadi simbol kejayaan Nusantara.