jelajah

8 Gedung Seni Pertunjukan Legendaris yang Masih Eksis hingga Kini, Digunakan untuk Pementasan Wayang Orang hingga Sendratari Ramayana

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Gedung Concert Hall di Taman Budaya Yogyakarta. (tby.jogjaprov.go.id)

Pembangunan gedung ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada kelompok sandiwara sunda Miss Tjitjih yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat.

Meski gedung ini diprioritaskan untuk pengembangan seni pertunjukan Sunda, masyarakat umum dapat menyewanya untuk gelaran pertunjukan seni lainnya.

3. Rumentang Siang

Rumentang Siang adalah gedung seni pertunjukan yang berlokasi di Jalan Baranang Siang No. 1, Sumur, Kota Bandung, Jawa Barat.

Gedung pertunjukan yang dibangun pada 1935 ini pada awalnya digunakan sebagai bioskop, namun pada 1975 dialihfungsikan sebagai gedung pertunjukan kesenian Rumentang Siang.

Rumentang Siang memiliki program rutin yang sudah ada sejak 1990 yakni Festival Drama Basa Sunda.

4. Purawisata

Purawisata berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sudah ada sejak 1975.

Gedung kesenian ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia karena mementaskan Sendratari Ramayana selama 43 tahun tanpa henti setiap malam.

Tidak hanya Sendratari Ramayana, kini di Purawisata juga terdapat pertunjukan lain seperti ketoprak humor, komedi tunggal, hingga musik dangdut.

5. Taman Budaya Yogyakarta

Taman Budaya Yogyakarta sudah ada sejak 1977 dan berlokasi di Jalan Sriwedani No.1, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung kesenian ini dibangun untuk menjadi salah satu laboratorium seni di Indonesia dengan dua bangunan utama yakni Concert Hall dan Societet Militair.

Memiliki arsitektur khas Belanda, Concert Hall digunakan untuk diskusi sastra, pameran, dan pelatihan.

Sedangkan Societet Militair digunakan untuk pementasan teater, tari, musik, dan seni pertunjukan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini