Nasi ulam berasal dari Betawi seperti nasi uduk, namun memiliki perbedaan pada proses memasaknya.
Proses memasak nasi ulam tidak menggunakan santan, melainkan dengan campuran serai, jahe, lengkuas, dan daun salam.
Nasi gurih ini biasa disajikan dengan taburan bubuk kacang tanah, serundeng, bihun, kemangi, emping, serta tambahan lauk seperti telur, tahu, tempe, dan perkedel.
3. Nasi Liwet
Nasi liwet memiliki dua versi, yakni versi Sunda dan versi Solo. Keduanya memiliki perbedaan.
Nasi liwet versi Sunda dimasak dengan ikan teri asin, cabe merah, dan pete, serta berbagai bumbu dan rempah-rempah.
Biasa disajikan dengan lauk seperti tahu, tempe, ayam goreng, dan lalapan.
Sedangkan nasi liwet versi Solo dimasak tanpa ikan asin dan biasa disajikan dengan telur areh, sayur labu siam, dan ayam suwir yang telah diungkep.
Perbedaan lainnya adalah pada tata cara penyajian. Nasi liwet versi Sunda biasa disajikan di panci kastrol, sedangkan versi Solo di pincuk daun pisang.
4. Nasi Kuning
Nasi kuning adalah nasi yang dikukus menggunakan santan, serai, dan campuran kunyit untuk memberikan warna kuning cerah.
Nasi kuning biasa disajikan dengan lauk kering seperti kentang balado, telur rebus, dan ikan masak kecap atau sambal.
Uniknya, nasi kuning kerap digunakan sebagai nasi tumpeng dalam berbagai acara atau perayaan sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan.
5. Nasi Tutug Oncom
Nasi tutug oncom adalah nasi gurih yang berasal dari Jawa Barat dan terbuat dari perpaduan nasi hangat dengan oncom.