jelajah

Terancam Punah, Ini 5 Fakta tentang Noken, Tas Rajut Tradisional Khas Papua yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia

Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Noken, tas rajut asal Papua yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. (Handapherang.desa.id)

 

SketsaNusantara.id - Papua adalah pulau paling Timur Indonesia dengan beragam warisan kebudayaan yang dimilikinya.

Terdiri atas 6 Provinsi, pulau yang terkenal dengan keindahan alam serta keunikan habitat yang menghuninya ini menyimpan kekayaan dengan ciri khasnya tersendiri.

Warisan budaya yang dimiliki Papua tidak hanya berupa bahasa, makanan, kesenian, rumah, maupun pakaian adatnya saja, namun juga terdapat sebuah kerajinan tangan yang memiliki makna dan nilai tinggi.

Baca Juga: 6 Kudapan Khas Indonesia Timur yang Menggugah Selera, 4 di Antaranya Berasal dari Papua dan Berbahan Dasar Sagu

Kerajinan tangan tersebut bernama Noken, tas rajut tradisional khas Papua yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 4 Desember 2012.

Sebagai warisan budaya masyarakat Papua, Noken bukan hanya sekadar tas rajut biasa, melainkan memiliki keunikan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Berikut 5 fakta menarik tentang Noken yang wajib untuk diketahui.

Baca Juga: Banyak Band dan Musisi Batal Tampil di Pestapora, Netizen Singgung Masalah Sponsor hingga PT Freeport Indonesia di Papua

1. Terbuat dari Bahan-Bahan Alami

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Pemerintah Provinsi Papua, Noken pada umumnya terbuat dari kulit kayu pohon biyik.

Namun, terdapat juga bahan-bahan alami lainnya yang sering digunakan dalam pembuatan Noken seperti serat pohon pakis-pakisan dan kelapa.

Selain itu serat kulit kayu lainnya seperti pohon nenduam, nawa, atau anggrek hutan juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan Noken.

2. Dirajut oleh Perempuan Papua

Halaman:

Tags

Terkini